Bawa data pasar ke pelaku usaha sembako Indonesia
Masalah yang Kami Selesaikan
Distributor sembako, agen grosir, dan pelaku UMKM kesulitan baca dinamika harga: harga di marketplace beda dengan pasar tradisional, beda lagi dengan harga gov. Tools market intelligence yang ada (Compas, Brand24) terlalu mahal dan tidak fokus sembako Indonesia.
Econiq.id menjembatani gap ini: data real-time, fokus sembako, harga UMKM-friendly, dan menyertakan action layer — bukan cuma laporan, tapi tombol "Balas/DM/Salin" yang langsung pakai.
Cara Kami Menghadirkan Data
Setiap jam, platform kami memperbarui informasi pasar dari berbagai kanal publik:
- Marketplace: pemantauan listing publik di marketplace utama Indonesia
- Sosial media: percakapan dan tren publik yang relevan dengan komoditas sembako
- Patokan pemerintah: SP2KP Kemendag 34 provinsi & USD/IDR JISDOR Bank Indonesia
- Berita ekonomi: rangkuman dari kantor berita nasional
- Tren pencarian: minat konsumen di 34 provinsi
Sistem belajar mandiri: makin banyak data masuk, semakin akurat insight kategori, lokasi, dan momentum pasar yang kami sajikan.
Untuk Siapa
UMKM & pedagang sembako: free tier (1 alert, Demand Pulse, Price Watch, Trend Watch) untuk bantu putuskan beli/jual.
Distributor menengah: Pro Rp 500K/bulan — 5 alert subscription, email real-time, 3 template WhatsApp siap-paste, Lead Pipeline tracker.
Pemain enterprise & asosiasi: Business Rp 1,5jt — semua kategori, Telegram alert, API access, custom dashboard.
Jurnalis pangan, peneliti akademis, asosiasi UMKM: hubungi halo@econiq.id untuk akses dataset gratis untuk penggunaan non-komersial.
Etika & Kepatuhan
Kami hanya memproses konten publik dari sosmed (post terbuka, listing marketplace publik, gov open data). Tidak menyimpan data pribadi pengguna sosmed. Patuh UU PDP 2022.
Data harga marketplace dinormalisasi per-unit (Rp/kg, Rp/liter) supaya apple-to-apple. Sumber tiap angka dapat ditelusuri ke link asli.